Maut Al-iradi

Wahai mereka yang memiliki ketulusan, Jika ingin membuka tirai, Pilihlah kematian dan sobeklah tirai. Bukankah kematian itu kau masuk ke kuburan. Kematian adalah perubahan untuk masuk ke dalam cahaya. Ketika manusia dewasa, Matilah masa kecilnya. Ketika menjadi Rumi, Lepaslah celupan Habsyi-nya. Ketika tanah menjadi emas, Tak tersisa lagi tembikar. Ketika derita menjadi bahagia, Tak tersisa lagi duri nestapa…………….

Komentar bertahan »

K e B i j A k a N

Kebijakan itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat. Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah. Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Komentar (1) »

Pengaruh Corporate Governance dan Gender Mix Serta Dampak Earnings Management Terhadap Kualitas Laba

Supported Fund by DP2M Dikti

Investor membutuhkan informasi yang cukup ketika mereka hendak melakukan keputusan investasi. Informasi yang paling mudah diamati bagi seorang investor adalah laba yang dihasilkan perusahaan. Laba merupakan factor utama yang menjadi perhatian investor, sehingga manajemen akan berusaha untuk menampilkan laba yang menarik. Apabila suatu saat laba tersebut kurang menarik untuk ditampilkan maka pihak manajemen dapat mengubah tampilannya. Tindakan manajemen ini disebut dalam literature akuntansi sebagai earning management. Tindakan manajer untuk melakukan earning management dilandasi oleh dua hal yaitu tindakan yang oportunis merupakan tindakan yang bertujuan menguntungkan diri sendiri dan tindakan yang berdasarkan kontrak yaitu tindakan yang menguntungkan perusahaannya sendiri.
Penelitian ini mencoba mengembangkan penelitian yang telah dilakukan oleh Gideon (2005) yang melakukan penelitian pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba serta dampaknya terhadap kualitas laba. Penelitian ini menambahkan praktek corporate governance dan gender mix. Praktek corporate governance seperti yang telah digunakan dalam penelitian siregar dan sidharta (2005) sedangkan gender mix dari penelitian ulupui (2003). Perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2004 sampai dengan 2006 digunakan sebagai sampel. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan beberapa judgment terpilih 137 emiten sebagai sampel akhir.
Hipotesis diuji dengan menggunakan alat statistik path analisys atau analisis jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan; hipotesis pertama hanya variabel keberadaan dewan komisaris yang memberikan pengaruh cukup kuat terhadap manajemen laba. Variabel kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, gender, kualitas audit dan keberadaan komite audit tidak berpengaruh terhadap maanjemen laba. Pada hipotesis kedua, tidak ada satupun variabel independen yang berpengaruh terhadap kualitas audit.

Kata Kunci : manajemen laba, gender, corporate governance, kualitas laba

Komentar (7) »

Outbound

Outbound merupakan pelatihan berbasis kegiatan di alam terbuka (outdoor-based training) dengan mengedepankan pendekatan belajar dari pengalaman (experiential learning). Outbound sering diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menggali potensi diri, meningkatkan kerjasama dan kualitas kerja para karyawan perusahaan.Disamping itu melalui outbound pula para karyawan perusahaan mampu  meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat, membentuk pola pikir analistik dan kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi.
Pada saat outbound mereka banyak mengeluarkan aktivitas fisik. Rasa capek membaluti sisa tenaga yang masih tersisa. Biasanya para peserta outbound yang masih punya sisa tenaga selalu menyemangati teman-teman yang sudah capek. Setelah melakukan sesuatu, mereka akan masuk tahapan menyadari dan tarik hikmah. Di sini peserta sudah bisa berteori tentang diri sendiri dan kemudian mengambil hikmah. Nantinya, hikmah akan diterapkan dan dimanfaatkan untuk diri sendiri. Untuk membantu menarik semua itu, fasilitator outbound dituntut untuk bisa memainkan perannya. Tugas mereka yang paling utama adalah membantu peserta mengenali diri sendiri. Biasanya, setelah melakukan sebuah permainan, komentar umum yang terlontar dari kebanyakan peserta adalah soal kerja sama.

Jenis pelatihan yang dilakukan oleh para peserta outbound antara lain:
Flying fox
Meluncur dari sebuah pohon, tebing atau ketinggian lainnya dengan menggunakan slim baja. Permainan ini melatih keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan, karena sekalipun sudah menggunakan alat pengamanan yang Optimal peserta akan bertarung dulu dengan rasa takutnya sebelum akhirnya memutuskan untuk melompat.
Umumnya setelah meluncur Sensasinya yang luar biasa membuat kebanyakan peserta ingin mengulanginya lagi.
Spider web
Memanjat dengan menggunakan tambang yang dirajut seperti jaring laba-laba. Permainan ini melatih peserta untuk tidak mudah menyerah, karena kelenturan jaring dan ketinggian yang harus dipanjat benar-benar membutuhkan perjuangan.
Radiasi
Sebuah lubang “lumpur panas terbuka” dan tidak bisa dihentikan, Pemerintah menugaskan Tim Penaggulangan Lumpur untuk memasukan bola-bola beton kedalamnya. Apakah permainan ini mengingatkan anda pada sebuah peristiwa..? tentu akan sangat menarik untuk di simulasikan dan kita menjadi pahlawan didalamnya. Permainan ini menuntut peserta untuk berstrategi, bekerjasama, pantang menyerah, dan berkosentari agar mampu menyelesaikannya.
Fun games
Merupakan kumpulan berbagai permainan sederhana namun menyenangkan dan kaya akan hikmah. Permainan jenis ini digunakan untuk memecahkan ketegangan yang ada, membuat lebih solid, sambil menuai berbagai hikmah yang ada didalamnya.
Rakit air
Permainan ini dilakukan dari awal dengan menyusun balok-balok kayu menjadi sebuah rakit. Kemudian dengan rakit ini sebagian peserta naik rakit dan peserta yang lain mendorongnya untuk menyeberangi sebuah kolam air. Bolak-balik sampai seluruh peserta mampu memnyeberang kolam air dengan menaiki rakit tersebut. Manfaat dari permainan ini adalah kekompakan peserta dalam sebuah team akan dapat terlihat. Serta kemampuan kerja sama.

Komentar bertahan »

Maaf Lahir ‘n Bathin

تقبل الله مناومنكم الصيام والقيام

وكل عام وأنتم بخير

Penyesalan, karena Ramadhan kita belum maksimal

Penyesalan, karena seharusnya mungkin lebih banyak lagi amal kebaikan bisa

kita lakukan

Penyesalan, karena kita merasa diri kita belum seperti tuntunan Al Qur’an

dan sunnah Rasul

Padahal Ramadhan adalah madrasah kebaikan terbesar

Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan

Eid Mubarak 1429 H

Maaf Lahir dan Bathin

Komentar bertahan »

Masak Mie Instant yang lebih sehat

Saat lapar datang, yang paling cepat dan paling hampir selalu tersedia ya masak mie instant. But be carefully, karena kebanyakan makan mie instant tidak baik untuk kesehatan. Sedikit tips untuk memasak mie instant yang lebih sehat.

(1) Didihkan air di dalam panci kemudian masukkan mi kedalamnya
(2) Apabila mi sudah matang, angkat dan tiriskan mi dengan menggunakan
saringan kemudian buang sisa air rebusan, yang dimana air tersebut
mengandung lapisan lilin.
(3) Didihkan air kembali di dalam panci sampai mendidih, masukkan mie
ke dalamnya kemudian matikan api.
(4) Pada langkah inilah ketika api dimatikan tetapi air masih panas
barulah masukkan semua bumbu-bumbu untuk membuat mie instant dengan
sup.
(5) Apabila kamu akan membuat mi goreng, angkat mie dari air yang
sudah mendidih, tiriskan mi kemudian campurkan dengan bumbu-bumbu,
siap disajikan sebagai mi goreng kering.

Mudah-mudahan informasi ini sangat berguna bagi kesehatan penggemar
mie instant,  dan mohon pakailah metode memasak mie instant tersebut
dengan memperhatikan efek sampingnya.

Salam sehat

 

Komentar (2) »

Berbisnis Secara Islami

Untuk membedakan berbisnis secara islami dan non-islami berikut perbedaannya:

ISLAMI

KARAKTERISTIK BISNIS

NON-ISLAMI

Aqidah Islam (nilai-nilai transendental)

ASAS

Sekulerisme (nilai-nilai material)

Dunia-Akhirat

MOTIVASI

Dunia

Profit dan benefit, pertumbuhan, keberlangsungan, keberkahan

ORIENTASI

Profit, pertumbuhan, keberlangsungan

Tinggi, bisnis adalah bagian dari ibadah

ETOS KERJA

Tinggi, bisnis adalah kebutuhan duniawi

Maju dan produktif, konsekwensi keimanan dan manifestasi kemusliman

SIKAP MENTAL

Maju dan produktif sekaligus konsumtif, konsekwensi aktualisasi diri

Cakap dan ahli dibidangnya, konsekwensi dari kewajiban seorang muslim

KEAHLIAN

Cakap dan ahli dibidangnya, konsekwensi dari reward & punishment

Terpercaya dan bertanggungjawab, tujuan tdk menghalalkan cara

AMANAH

Tergantung kemauan individu (pemilik kapital), tujuan menghalalkan cara

Halal

MODAL

Halal dan haram

Sesuai dengan akad kerjanya

SDM

Sesuai dengan akad kerjanya atau sesuai keinginan pemilik modal

Halal

SUMBERDAYA

Halal dan haram

Visi dan misi organisasi terkait erat dengan misi penciptaan manusia di dunia

MANAJEMEN STRATEGIK

Visi dan misi organisasi ditetapkan berdasarkan pada kepentingan materi belaka

Jaminan halal bagi setiap masukan, proses & keluaran, mengedepankan produktivitas dalam koridor syariah

MANAJEMEN OPERASI

Tidak ada jaminan halal bagi setiap masukan, proses & keluaran, mengedepankan produktivitas dalam koridor manfaat

Jaminan halal setiap masukan, proses & keluaran keuangan

MANAJEMEN KEUANGAN

Tidak ada jaminan halal bagi setiap masukan, proses & keluaran keuangan

Pemasaran dalam koridor jaminan halal

MANAJEMEN PEMASARAN

Pemasaran menghalalkan cara

SDM profesional & berkepribadian Islam, SDM adalah pengelola bisnis, SDM bertanggungjawab pada diri, majikan & Allah swt.

MANAJEMEN SDM

SDM profesional & SDM adalah faktor produksi, SDM bertanggungjawab pada diri, dan majikan

(M. Ismail Yusanto dan M. Karebet W  “Menggagas Bisnis Islami”)

Komentar (1) »

Simposium Nasional Akuntansi XI Pontianak

Event periodik setiap tahun yang digelar Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen akuntan pendidik untuk tahun 2008 ini diselenggarakan di Pontianak. Event ini merupakan tempat para accounting researcher untuk mempresentasikan hasil penelitiannya, setelah melalui seleksi blind review.

Alhamdulillah, Fakultas ekonomi Jurusan Akuntansi Unissula meloloskan enam makalah yang berhak dipresentasikan pada tanggal 23-24 Juli 2008.

 

 

Pak Suwardjono’s Fans

 

@governor’s house

 

Abis tegang presentasi ‘n lumayan banyak diserbu pertanyaan dari audiens……….besoknya refreshing go to Singkawang………lumayan menjumpai fenomena masyarakat yg jarang kita jumpai di semarang……:) What’s that?….

 

one of corner singkawang town

 

 

Nyoba kulinernya Singkawang…..should be!

Komentar (29) »

Marketing ala Nabi

Inilah empat tips marketing a la Nabi besar kita Muhammad Rasulullah SAW:

1. Jujur adalah Brand
Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya. Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.

2. Mencintai Customer
Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli. Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, “Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri.”
3. Penuhi Janji
Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu.” (QS Al Maidah 3).Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan). Di Indonesia mobil-mobil Toyota berjaya di pasar. Salah satu kiat pemasarannya adalah memberikan kepuasan pelanggan. Salah satu ukurannya adalah Call Centre Toyota dinobatkan sebagai call centre terbaik, mengalahkan Honda dan industri otomotif lainnya.

4. Segmentasi ala Nabi
Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah. Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah. Dalam soal segmentasi ini, Yamaha Motor adalah salah satu perusahaan yang bisa dijadikan teladan. Dia menciptakan motor Yamaha Mio, dengan mesin ber-cc kecil, tapi otomatis, dan mudah penggunaannya untuk segmen pasar perempuan. Dialah pelopor industri motor yang membidiki segmen ini, segmen yang sebelumnya selalu dilupakan pesaing lain. Hasilnya, dengan Mio Yamaha menyodok Honda dan menjadi penjual nomor satu di Indonesia 2007 ini.(sumber : niriah.com)

Komentar bertahan »

Insider and Outsider ownership toward timeliness

Konsentrasi Kepemilikan Pihak Luar (Outsider Ownership) dan Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan

Pemilik dari pihak luar dianggap berbeda dengan pihak dari dalam, dimana kecil kemungkinan pemilik dari pihak luar untuk terlibat dalam urusan bisnis perusahaan sehari-hari. Pemilik perusahaan dari pihak luar (pemegang saham) berkepentingan untuk mengetahui tingkat kembalian (rate of return) investasi mereka. Oleh sebab itu mereka membutuhkan informasi yang membantu dalam memutuskan tindakan mereka dalam hal menjual atau membeli saham suatu perusahaan. Selain itu pemilik dari pihak luar juga ingin mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Informasi mengenai perkembangan dan kondisi perusahaan tercermin dalam laporan keuangan (Robert Ang, 1977).

Struktur kepemilikan perusahaan yang dimiliki oleh pihak luar biasanya mempunyai prosentase kepemilikan lebih dari 50 % sehingga pemilik perusahaan dari luar mempunyai kekuatan yang besar dalam mempengaruhi kondisi dan hasil kinerja serta adanya pengawasan perusahaan, akibat keleluasaan pihak manajemen menjadi terbatas. Adanya pengawasan dari pihak luar maka pihak manajemen dituntut harus mampu menunjukan kinerja yang baik. Jika kinerja manajemen baik maka pemegang saham akan mendukung keberadaan manajemen atau sebaliknya.

Upaya manajemen untuk menunjukan kinerja baik adalah dengan menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja perusahaan, dan perubahan posisi keuangan perusahaan bagi pemilik perusahaan dari pihak luar. Pemilik perusahaan dari pihak luar mempunyai kekuatan yan besar untuk menekan manajemen dalam menyajikan informasi secara tepat waktu, karena ketepatan waktu pelaporan keuangan akan mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi.

Konsentrasi Kepemilikan Pihak dalam (insider ownership) dan Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan

Menurut Jensen dan Meckling (1976) konflik kepentingan antara pihak manajemen dan pemegang saham atau prinsipal dapat dikurangi dengan salah satu cara yakni dengan adanya kepemilikan manajerial. Apabila konflik kepentingan dapat dikurangi maka asimetri informasi (ketidaksimetrian informasi) akan berkurang dan tindakan manajer yang menyembunyikan informasi atau menunda informasi yang akan disampaikan ke publik tentu juga akan berkurang karena tidak ada alasan bagi pihak manajer untuk menyembunyikan atau menundanya meskipun informasi tersebut mengandung berita buruk (bad news). Dalam beberapa hasil penelitian dikemukakan bahwa faktor yang menyebabkan perusahaan terlambat atau menunda penyerahan laporan keuangannya adalah karena berita buruk yang dialami oleh perusahaan, namun apabila perusahaan mengalami berita baik (good news) perusahaan justru menyampaikan laporan keuangannya lebih cepat.

Perusahaan dengan kinerja baik tidak memiliki alasan untuk menyembunyikan atau menunda penyampaian berita baik tersebut karena dalam praktiknya perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik mengungkapkan laporan keungannya lebih segera untuk meningkatkan kesan yang positif bagi perusahaanya. Dengan demikian perusahaan yang memiliki kepemilikan manajerial diduga lebih segera dalam menyerahkan laporan keuangannya atau dengan kata lain semakin besar kepemilikan manajerial maka diduga perusahaan akan semakin segera menyerahkan laporan keuangannya.

Komentar (5) »