Arsip untuk Maret 2, 2011

Penerapan Supply Chain Management Dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Kreatif di Propinsi Jawa Tengah

Supported Fund by DP2M Dikti (hibah strategis nasional)

Apabila yang menjadi ukuran adalah perbandingan kinerja UKM di awal berdirinya usaha dan kondisi riil saat ini, maka UKM industry kreatif di Jawa Tengah telah tumbuh dengan baik. Penggunaan tenaga kerja telah tumbuh sekitar 200 persen, produksi tumbuh 270 persen, modal tumbuh sekitar 471 persen dan keuntungan mengalami pertumbuhan sebesar 469 persen. Secara umum, UKM di industry kreatif sudah melaksanakan supply chain management yang cukup baik. Oleh karena itu, kinerja mereka cukup baik, khususnya yang terkait dengan pertumbuhan tenaga kerja yang digunakan, tingkat produksi, permodalan dan keuntungan yang diperolehh. Ada perbedaan yang nyata perilaku UKM berkinerja rendah dan UKM berkinerja tinggi dalam kaitannya dengan factor-faktor penentu kinerja. Atribut yang paling membedakan perilaku UKM berkinerja tinggi dan rendah adalah strategi pemasok partnership, pengembangan produk dan kualitas informasi, baru kemudian kegiatan produksi dan transportasi. Dari 12 variabel yang mempengaruhi kinerja UKM, 7 atribut seperti pembelian, level informasi, perencanaan dan pengendalian, hubungan pelanggan, manajemen inventaris, financial dan distribusi bukanlah variable yang membedakan perilaku kedua kelompok (grup). Sikap mereka terhadap kesembilan variable tersebut relative sama. Model diskriminan yang ada ternyata valid dan dapat digunakan karena tingkat ketepatannya cukup tinggi (77,5 %) dan mempunyai cross validation yang cukup tinggi pula (72,5%). Oleh karena itu pihak manajemen UKM dapat mengambil berbagai strategi yang relevan berdasarkan model diskriminan tersebut. Terdapat 3 variabel yang sangat penting diperhatikan dalam pengembangan UKM di industry kreatif, yaitu strategi pemasok partnership, pengembangan produk dan information quality. Ketiga variable terakhir merupakan factor pembeda penting yang tetap perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja UKM, meskipun tingkat kepentingannya masih berada di bawah strategi pemasok partnership, pengembangan produk dan information quality. Dengan demikian jika sasaran pengembangan UKM di industry kreatif adalah meningkatkan kinerja UKM yang tinggi, maka pihak-pihak yang berkepentingan seperti Manajemen UKM itu sendiri, Pemerintah, Perguruan Tinggi dan lembaga-lembaga tertentu yang berminat mengembangkan UKM di industry kreatif, factor utama yang perlu dikembangkan adalah penerapan strategi pemasok partnership, baru kemudian pengembangan produk dan kualitas informasi pada tahap berikutnya. Kegiatan produksi dan transportasi juga penting untuk dikembangkan, namun tingkat kepentingannya masih lebih rendah dibanding ketiga factor di atas. Hasil penelitian ini juga menyarankan perlunya dibuat model komprehensif dalam meningkatkan kualitas praktem supply chain management di industry kreatif yang berfokus pada pengembangan strategi pemasok partnership, pengembangan produk, kualitas informasi, produksi dan transportasi. Kelima variable tersebut merupakan variable yang sangat sensitive terhadap perubahan kinerja UKM di industry kreatif.

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.