Arsip untuk artikel

Outbound

Outbound merupakan pelatihan berbasis kegiatan di alam terbuka (outdoor-based training) dengan mengedepankan pendekatan belajar dari pengalaman (experiential learning). Outbound sering diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menggali potensi diri, meningkatkan kerjasama dan kualitas kerja para karyawan perusahaan.Disamping itu melalui outbound pula para karyawan perusahaan mampu  meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat, membentuk pola pikir analistik dan kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi.
Pada saat outbound mereka banyak mengeluarkan aktivitas fisik. Rasa capek membaluti sisa tenaga yang masih tersisa. Biasanya para peserta outbound yang masih punya sisa tenaga selalu menyemangati teman-teman yang sudah capek. Setelah melakukan sesuatu, mereka akan masuk tahapan menyadari dan tarik hikmah. Di sini peserta sudah bisa berteori tentang diri sendiri dan kemudian mengambil hikmah. Nantinya, hikmah akan diterapkan dan dimanfaatkan untuk diri sendiri. Untuk membantu menarik semua itu, fasilitator outbound dituntut untuk bisa memainkan perannya. Tugas mereka yang paling utama adalah membantu peserta mengenali diri sendiri. Biasanya, setelah melakukan sebuah permainan, komentar umum yang terlontar dari kebanyakan peserta adalah soal kerja sama.

Jenis pelatihan yang dilakukan oleh para peserta outbound antara lain:
Flying fox
Meluncur dari sebuah pohon, tebing atau ketinggian lainnya dengan menggunakan slim baja. Permainan ini melatih keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan, karena sekalipun sudah menggunakan alat pengamanan yang Optimal peserta akan bertarung dulu dengan rasa takutnya sebelum akhirnya memutuskan untuk melompat.
Umumnya setelah meluncur Sensasinya yang luar biasa membuat kebanyakan peserta ingin mengulanginya lagi.
Spider web
Memanjat dengan menggunakan tambang yang dirajut seperti jaring laba-laba. Permainan ini melatih peserta untuk tidak mudah menyerah, karena kelenturan jaring dan ketinggian yang harus dipanjat benar-benar membutuhkan perjuangan.
Radiasi
Sebuah lubang “lumpur panas terbuka” dan tidak bisa dihentikan, Pemerintah menugaskan Tim Penaggulangan Lumpur untuk memasukan bola-bola beton kedalamnya. Apakah permainan ini mengingatkan anda pada sebuah peristiwa..? tentu akan sangat menarik untuk di simulasikan dan kita menjadi pahlawan didalamnya. Permainan ini menuntut peserta untuk berstrategi, bekerjasama, pantang menyerah, dan berkosentari agar mampu menyelesaikannya.
Fun games
Merupakan kumpulan berbagai permainan sederhana namun menyenangkan dan kaya akan hikmah. Permainan jenis ini digunakan untuk memecahkan ketegangan yang ada, membuat lebih solid, sambil menuai berbagai hikmah yang ada didalamnya.
Rakit air
Permainan ini dilakukan dari awal dengan menyusun balok-balok kayu menjadi sebuah rakit. Kemudian dengan rakit ini sebagian peserta naik rakit dan peserta yang lain mendorongnya untuk menyeberangi sebuah kolam air. Bolak-balik sampai seluruh peserta mampu memnyeberang kolam air dengan menaiki rakit tersebut. Manfaat dari permainan ini adalah kekompakan peserta dalam sebuah team akan dapat terlihat. Serta kemampuan kerja sama.

Komentar bertahan »

Insider and Outsider ownership toward timeliness

Konsentrasi Kepemilikan Pihak Luar (Outsider Ownership) dan Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan

Pemilik dari pihak luar dianggap berbeda dengan pihak dari dalam, dimana kecil kemungkinan pemilik dari pihak luar untuk terlibat dalam urusan bisnis perusahaan sehari-hari. Pemilik perusahaan dari pihak luar (pemegang saham) berkepentingan untuk mengetahui tingkat kembalian (rate of return) investasi mereka. Oleh sebab itu mereka membutuhkan informasi yang membantu dalam memutuskan tindakan mereka dalam hal menjual atau membeli saham suatu perusahaan. Selain itu pemilik dari pihak luar juga ingin mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Informasi mengenai perkembangan dan kondisi perusahaan tercermin dalam laporan keuangan (Robert Ang, 1977).

Struktur kepemilikan perusahaan yang dimiliki oleh pihak luar biasanya mempunyai prosentase kepemilikan lebih dari 50 % sehingga pemilik perusahaan dari luar mempunyai kekuatan yang besar dalam mempengaruhi kondisi dan hasil kinerja serta adanya pengawasan perusahaan, akibat keleluasaan pihak manajemen menjadi terbatas. Adanya pengawasan dari pihak luar maka pihak manajemen dituntut harus mampu menunjukan kinerja yang baik. Jika kinerja manajemen baik maka pemegang saham akan mendukung keberadaan manajemen atau sebaliknya.

Upaya manajemen untuk menunjukan kinerja baik adalah dengan menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja perusahaan, dan perubahan posisi keuangan perusahaan bagi pemilik perusahaan dari pihak luar. Pemilik perusahaan dari pihak luar mempunyai kekuatan yan besar untuk menekan manajemen dalam menyajikan informasi secara tepat waktu, karena ketepatan waktu pelaporan keuangan akan mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi.

Konsentrasi Kepemilikan Pihak dalam (insider ownership) dan Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan

Menurut Jensen dan Meckling (1976) konflik kepentingan antara pihak manajemen dan pemegang saham atau prinsipal dapat dikurangi dengan salah satu cara yakni dengan adanya kepemilikan manajerial. Apabila konflik kepentingan dapat dikurangi maka asimetri informasi (ketidaksimetrian informasi) akan berkurang dan tindakan manajer yang menyembunyikan informasi atau menunda informasi yang akan disampaikan ke publik tentu juga akan berkurang karena tidak ada alasan bagi pihak manajer untuk menyembunyikan atau menundanya meskipun informasi tersebut mengandung berita buruk (bad news). Dalam beberapa hasil penelitian dikemukakan bahwa faktor yang menyebabkan perusahaan terlambat atau menunda penyerahan laporan keuangannya adalah karena berita buruk yang dialami oleh perusahaan, namun apabila perusahaan mengalami berita baik (good news) perusahaan justru menyampaikan laporan keuangannya lebih cepat.

Perusahaan dengan kinerja baik tidak memiliki alasan untuk menyembunyikan atau menunda penyampaian berita baik tersebut karena dalam praktiknya perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik mengungkapkan laporan keungannya lebih segera untuk meningkatkan kesan yang positif bagi perusahaanya. Dengan demikian perusahaan yang memiliki kepemilikan manajerial diduga lebih segera dalam menyerahkan laporan keuangannya atau dengan kata lain semakin besar kepemilikan manajerial maka diduga perusahaan akan semakin segera menyerahkan laporan keuangannya.

Komentar (5) »

PENTINGNYA PENCATATAN AKUNTANSI BAGI UKM

Informasi akuntansi mempunyai peranan penting untuk mencapai keberhasilan usaha, termasuk bagi usaha kecil (Magginson et al., 2000). Informasi akuntansi dapat menjadi dasar yang andal bagi pengambilan keputusan ekonomis dalam pengelolaan usaha kecil, antara lain keputusan pengembangan pasar, penetapan harga dan lain-lain. Penyediaan informasi akuntansi bagi usaha kecil juga diperlukan khususnya untuk akses subsidi pemerintah dan akses tambahan modal bagi usaha kecil dari kreditur (Bank). Kewajiban penyelenggaraan akuntansi bagi usaha kecil sebenarnya telah tersirat dalam Undang-undang usaha kecil no. 9 tahun 1995 dalam Undang-undang perpajakan. Pemerintah maupun komunitas akuntansi telah menegaskan pentingnya pencatatan dan penyelenggaraan akuntansi bagi usaha kecil.

Masih banyak usaha kecil menengah (UKM) yang belum menyelenggarakan pencatatan atas laporan keuangan usahanya. Akibatnya, mereka memang sulit mendapatkan kredit. Perlunya penyusunan laporan keuangan bagi UKM sebenarnya bukan hanya untuk kemudahan memperoleh kredit dari kreditur, tetapi untuk pengendalian aset, kewajiban dan modal serta perencanaan pendapatan dan efisiensi biaya-biaya yang terjadi yang pada akhirnya sebagai alat untuk pengambilan keputusan perusahaan. 

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah membentuk tim kerja untuk menyusun Standar Akuntansi Keuangan bagi Usaha Kecil dan Menengah. Hal ini karena keberadaan standar akuntansi keuangan (SAK) untuk usaha kecil dan menengah (UKM) sudah lama dinantikan. Penyusunan ini dengan mengadopsi draf International Financial Reporting for Small Medium Entreprise (IFRS for SMEs) yang telah diterbitkan pada Februari 2007. Adopsi yang dilakukan oleh DSAK-IAI akan lebih fleksibel, karena draf dari IFRS sangat kompleks.

Selama ini banyak dari UKM belum menyusun laporan keuangan karena ketiadaan standar akuntansi keuangan untuk UKM. Akibat hal itu perbankan menerapkan kriteria dan syarat penyaluran kredit yang sama antara usaha kecil menengah dan usaha besar, yang sebenarnya tidak tepat diukur dari kemampuan antarkeduanya. Terkait hal itu, Standar Akuntansi Keuangan untuk UKM sebagai infrastruktur UKM agar layak dari sisi peraturan bank harus berbeda dengan SAK non UKM.

 

 

Komentar (3) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.